RSS

Lika Liku Laki-Laki


Haloooooooooooo !!!
Enggak berasa tahun 2014 ini sudah memasuki bulan Mei. Hampir pertengahan tahun nih. Berarti kurang Juni, Juli, Agustus . . . ah masih lama kok penghujung tahun. Masih sempet nabung kalo diantara kalian ada yang pengin rencanain pesta tahun baru. Ini sih sekedar saran, karena pesta tahun baru di pantai atau puncak udah terlalu mainstream, gimana kalo akhir tahun ini kalian mengadakan pesta di halaman depan rumah mantan. Nyalain petasan terus lempar ke rumah mantan. Nah, ide bagus kan. Hahaha . . .

Seperti biasa, di bulan ini ada beberapa kerabat dan sahabat dekat yang akan merayakan pertambahan usia. Diantaranya, happy birthday buat Om Mixel Boyke Rizaldy yang tambah tua di tanggal 16 Mei nanti. Semoga bisa lebih baik dari tahun lalu ya Om. Aamiin aamiin. Seneng deh tahun lalu Shmilikiti (hahaha ini panggilan khasnya Om Mixel banget nih dari dulu nyampe sekarang) bisa kenal dekat sama Om Mixel. Bercanda-canda, saling ngeledek, dan sempat dipercaya juga jadi ‘penasehat’ urusan cintanya Om Mixel. Hahaha . . . Jangan galau-galau lagi ya Om. Masa gitarisnya Remido band galau kan enggak lucu. Hehehe . . .

Happy birthday Om Mixel

Happy birthday juga untuk dua kakakku, Mbak Diah di tanggal 21 dan Kak Eka Yuliusa Maryani atau Unika di tanggal 22. Jangan jadi tua yang menyebalkan ya Kakaaaak. Hahaha . . .


Happy birthday Mbak Diah

Buat Unika, titip cium untuk si kecil di perut. Semoga ibu dan kandungannya sehat selalu hingga melahirkan nanti. Seneng deh bisa kenal sama Unika walaupun cuma sebentar. Sempet dipanggil ‘sai’ malah. Hahaha . . . Salam buat Kak Angky juga. Kalau buat adik kedua...semoga bisa jadi Om yang baik buat ponakan pertama. Hehehe . . .

Happy birthday Unika

And then, ngomong-ngomong sejauh ini gimana tahun 2014 kalian? Menyenangkan? Membosankan? Penuh kejutan? Atau biasa-biasa aja? Apapun itu tetap syukuri ya guys!
Buat aku pribadi, sejauh ini tahun 2014 penuh dengan tawa, sedih, bahagia, air mata, perkenalan dengan orang baru dan kehilangan. Namanya hidup, pasti ada aja yang baru. Tapi . . . ada satu hal yang dari dulu hingga sekarang HAMPIR enggak pernah berubah!
Setiap kali datang ke undangan pernikahan temen, pasti ujung-ujungnya ditanya, “Kapan nyusul?”, “Udah ada calonnya?” and bla bla bla. Aaaaaaaarrrkhhhh . . . kayak enggak ada pembahasan lain aja gitu loh guys!

Kamu juga sering ngalamin itu?
Aku bisa merasakan kepedihanmu kawan. Maklum, sebagai sesama jomblo, aku tau betul jika rindu datang hanya peluk guling yang bisa meredakan.
*pukpukpuk

Padahal katanya jodoh itu enggak kemana. Tapi masalahnya, kalo enggak kemana-mana juga enggak dapat jodoh guys. Hahaha . . . Atau ada yang bilang juga, jodoh mah pasti bakal datang sendiri. Nah, iya kalo dia datang pas kita ada di rumah. Kalo dia datang pas kita lagi pergi gimana coba?

Berdasarkan asumsi bahwa “nikah itu enggak gampang”, maka kali ini aku posting beberapa parodi kehidupan rumah tangga. Karena kali ini ceritanya rada ngawur (bahkan cenderung absurd), diharap kalian baca blog ini di tempat sepi. Kalo di tempat ramai . . . jangan deh. Entar kalian disangka orang gila baru. Enggak percaya? Hmmm coba aja sendiri!

Oke, kenalin dulu nih seorang pria bernama Gunawan. Ets, nama Gunawan ini ada singkatannya guys. Gunawan ini kependekan dari gundul menawan. Semacam Om Deddy Corbuzier kali ya. Hahaha. . .

Si Gunawan ini enggak dungu, enggak bodoh juga. Tapi sedikit . . . sengklek otaknya. Makanya, waktu ada kerabat yang membantunya sampai berhasil menjadi polisi, si Gunawan ini happy banget. Denggan tekad kuat dan semangat 45’ Gunawan bersumpah akan berkerja sebaik mungkin.
Suatu hari, Gunawan yang lagi patroli melihat sepeda motor ngebut. Nguuuuueeeeeenggggg ... Dia pun mengejar dan berhasil menghentikan pengendara motor yang ternyata seorang pemuda berpakaian jas lengkap. Si pengendara motor itu mencoba menjelaskan alasan kenapa ia sampai ngebut dan menerobos lampu merah, tetapi Gunawan bersikeras membawanya ke markas dan memasukan dalam tahanan.
Lalu si Gunawan berkata, “Untung hari ini Pak Komandan sedang merayakan perkawinan putrinya. Tapi lihat aja, nanti kalo dia datang ke sini kamu bakalan dapat pelajaran dari dia. Soalnya dia benci sekali sama pengebut!”
Si pengendara motor itu teriak, “Woi! Jangan salah, yang bakal dapat pelajaran nanti itu elo, bukan gue. Gue ini calon menantunya yang lagi buru-buru ke pernikahan putrinya, bego!”
Toeeeng . . .
Dan ternyata benar, si pengendara itu calon menantu Pak Komandan yang akan menikah dengan putri sulung atasan Gunawan itu. Akhirnya dengan cengar cengir kuda enggak jelas, Gunawan pun minta maaf. Sebagai bentuk dari pertanggungjawaban, Gunawan mengantarkan si pengendara motor ke rumah Pak Komandan. Di sana, dia berkenalan dengan putri kedua Pak Komandan.
Singkat cerita, setelah pdkt lima minggu lebih sepuluh hari kurang dari dua puluh empat jam, akhirnya Gunawan berhasil memacari putri kedua Pak Komandan itu.

Seneng dong pasti.
Setelah lima tahun pacaran (udah kayak cicilan rumah aja lima tahun enggak kelar-kelar), akhirnya Gunawan berniat menikahi pacarnya yang bernama Lian. Tapi menjelang hari pernikahan, Gunawan kelihatan lesu.
Akhirnya Parjo sebagai sahabat dekat bertanya, “Lo kenapa, Gun. Kok lesu? Bentar lagi katanya lo mau nikah.”
“Gue bingung mencari mas kawin, Jo.”
“Ooh, itu. Kasih aja seperangkat alat sholat. Beres kan.” kata si Parjo sok tau. Padahal dia aja jomblo ngenes. Terakhir pacaran aja waktu doi kelas 1 SD.
“Bukan itu masalahnya, Jo. Cewek gue menginginkan mas kawin sesuai dengan namanya.”
“Emang nama lengkap Lian siapa?”
“Intan Permata Berlian.”


Tapi dengan semangat yang membara, Gunawan tetap membulatkan tekad menikahi Lian. Untuk lebih memantapkan rencana, Gunawan pun datang menemui Pak Komandan yang akan menjadi calon mertuanya.
Dia berkata, “Om, saya ingin menikah dengan Lian.”
Pak Komandan pun bertanya, “Apa kamu sudah bertemu dengan istri saya?”
Dengan gugup, Gunawan menjawab, “Su-sudah Om. Terimakasih. Tapi saya lebih tertarik sama putri Om.”




Akhirnya, singkat cerita si Gunawan pun berhasil menikahi gadis impiannya. Buat para jombloyers yang mengaku high quality jomblo, jangan ngiri. Nasib orang memang enggak ada yang tau. Tampang Gunawan memang biasa-biasa aja, di bawah standar malah. Otaknya juga kurang seons. Tapi toh dia beruntung banget bisa dapatin anak Komandan. Ajiiiib!
Di malam pertama (jangan viktor duluan), Gunawan dan Lian ngobrol sebentar sambil bermanja-manjaan.
Si Lian berkata, “Mas Gun Gun, sebenarnya dulu banyak sekali laki-laki yang mau melamarku dan semuanya aku tolak. Cuma kamu yang aku pilih.”
Aiiih, so sweeeet. . .
Terus si Gunawan jawab apa?
Dengan nada semangat dan enggak mau kalah, Gunawan pun menjawab, “Dek Lian, saya juga terus terang sebenarnya banyak sekali wanita yang aku lamar. Tapi semuanya menolak. Dan cuma kamu satu-satunya yang mau sama saya.”
Hahaha. . . Mungkin ada dua kemungkinan kenapa si Lian mau sama Gunawan. Bisa jadi karena doi matanya siwer, makanya enggak bisa bedain mana Gunawan mana patung pancoran. Atau mungkin karena saking terpesona dengan Gunawan, dia sampai enggak nyadar. Ya, semoga Lian enggak sadar-sadar. Kasian, sekalinya sadar nanti yang ada dia sakit jantung melihat ‘penampakan’.

Yang namanya rumah tangga, pasti ada konflik. Dan enggak semua konflik itu berakhir dengan indah. Makanya aku bilang: nikah itu cuma enaknya doang, tapi enggak gampang.
Setelah beberapa bulan menikah, rumah tangga yang tengah dibangun oleh Gunawan pun mengalami problematika. Saking kepikirannya, Gunawan sampai duduk sendirian di pos ronda. Si Parjo yang masih ngejomblo itu, bingung melihat tampang sahabatnya kelihatan suntuk. Akhirnya dia pun bertanya sebabnya.
Gunawan menjawab, “Gue baru mengalami sesuatu yang sulit untuk dijelaskan.”
“Coba cerita dari awal. Barangkali gue bisa bantu.”
Karena enggak tau mau cerita ke siapa lagi, akhirnya Gunawan pun mulai menjelaskan. “Tadi gue lagi memerah susu sapi. Enggak kayak biasanya, kali ini sapi gue agak rewel. Begitu ember hampir penuh, tiba-tiba saja kaki kiri belakang si sapi nendang ember dan tumpah. Jadi, gue ikat kakinya ke tiang.”
“Terus?”
“Gue mulai memerah lagi. Tapi kemudian ditendang lagi pake kaki kanan belakang. Gue ikat kaki kanan ke tiang satunya. Eh pas gue mulai memerah lagi, ekornya mengibas-ngibas kena kepala gue. Karena udah enggak ada tali, gue buka sabuk celana buat ngikat ekor sapi.”
“Terus masalahnya apa?” tanya Parjo mulai bingung.
“Pas sabuk gue lepas, celana gue melorot. Dan saat itulah istri gue masuk ke kandang.”



Untungnya, enggak terjadi hal-hal yang diinginkan antara Gunawan dengan si Sapi-i. Hahaha . . . Malah berkat bantuan usaha sampingan penjualan susu sapi itu, akhirnya Gunawan bisa membeli mobil baru. Horeeeee!!!
Dia sangat menyukai mobilnya pasti. Setiap kali dia mengendarai mobil, dia selalu merasa bahagia dan enggak peduli akan sekelilingnya. Apalagi waktu pertama kali beli...beuh, Gunawan langsung jalan-jalan ke mall.
Tapi begitu pulang, Gunawan merasa ada yang enggak beres. Seperti ada yang ketinggalan. Dia berhenti buat memeriksa semua belanjaannya. Tapi enggak ada yang terlupa. Setelah yakin bahwa memang enggak ada yang ketinggalan, Gunawan pun melanjutkan perjalanan. Beberapa saat kemudian, dia berhenti lagi untuk memeriksa dompet dan ponselnya. Ternyata masih ada. Akhirnya Gunawan yakin bahwa itu cuma perasaannya doang. Dia pun pulang dengan hati tenang.
Ketika sampai di rumah, Gunawan langsung disambut oleh anaknya. Tapi anaknya bertanya keheranan, “Papa ... Mama mana?”



Suatu hari, Gunawan dan Parjo yang secara keajaiban alam akhirnya menikah juga, berbincang-bincang soal rumah tangga masing-masing. Si Parjo ini kasian guys. Sekalinya laku, dia malah menderita karena mertuanya galak banget. Sebaliknya, si Gunawan mengeluh karena ketika mertuanya alias Pak Komandan datang ke rumah mereka, cerewetnya minta ampun.
“Jo, gue rasa Nabi Adam memang laki-laki paling berbahagia di dunia ini.” kata si Gunawan.
“Kok gitu Gun?”
“Iya dong Jo. Soalnya dia enggak punya mertua galak dan cerewet kayak mertua kita.”



Setelah sudah agak lanjut usia, suatu hari Gunawan mengendarai mobilnya di jalan tol. Tiba-tiba hapenya berbunyi. Istrinya menelpon. Dengan susah payah dan masih mengendarai mobil, Gunawan pun mengangkat telepon itu.
“Mas Gun, aku baru dengar di radio bahwa ada satu mobil yang berjalan dengan arah yang salah di jalan tol. Tolong hati-hati.”
“Gila! Enggak cuma satu, tapi ada puluhan jumlahnya.”



Yang gue heran, si Lian kok bisa betah punya suami Gunawan. Bahkan rumah tangga mereka sampai kakek-nenek loh.
Setelah sudah sama-sama tua dan keriput, suatu hari si Kakek Gunawan bilang ke Nenek Lian, “Nek, kayaknya Kakek harus sekolah biar pintar.”
Eh busyet, udah tuwir aja baru nyadar. . .
Nenek Lian yang enggak pernah lelah mendukung suaminya yang absurd pun berkata, “Oh gitu. Ya udah, besok Kakek sekolah ya.”
Keesokan harinya, Kakek Gun berjalan menuju sekolah dasar dekat rumahnya dengan dandanan rapi. Tiba di sekolah, dia langsung masuk kelas dan duduk di pojok belakang. Murid sekelas yang melihat kehadiran si kakek, melaporkan pada guru mereka.
“Kakek, mengapa Kakek ada di kelas ini? Kakek mau ketemu siapa?” tanya Bu Guru.
“Oh, Kakek enggak ketemu siapa-siapa Bu. Kakek mau sekolah.”
“Kakek udah terlambat untuk sekolah.”
“Begitu toh Bu. Kakek udah terlambat. Jadi Kakek harus gimana?”
“Kakek pulang aja. Istirahat di rumah.”
Akhirnya Kakek Gun pun pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, dia langsung mencari istrinya. Nenek Lian bingung melihat suaminya baru pergi dan udah pulang lagi.
“Lho, kok Kakek udah pulang? Enggak jadi sekolah?”
“Lha wong kata Bu Guru Kakek terlambat. Terus Kakek dihukum disuruh pulang. Biar besok enggak terlambat, dibangunkan lebih pagi ya Nek.”
“Oke, siap Kek.”



Karena faktor usia, akhirnya dengan berat hati kita mesti say goodbye ke Kakek Gun yang absurd. Dia meninggalkan Nenek Lian yang bentaran lagi juga nyusul, seorang anak dan seorang cucu laki-laki bernama Agus. Suatu hari Agus bertemu dengan sahabatnya bernama Budi (enggak tau kenapa, dua nama ini famous banget di karangan bahasa Indonesia). Budi melihat wajah Agus agak murung.
Dia pun bertanya, “Lo kenapa Gus, kayaknya sedih gitu.”
“Begini Bud, tiga minggu lalu Om gue meninggal dunia. Gue dapat warisan 100 juta.”
“Lah bagus dong.”
“Bagus apaan. Dengerin dulu cerita gue. Dua minggu lalu, sepupu gue meninggal karena tabrakan. Gue dapat warisan mobil Ferari.”
“Enak banget nasib lo, Gus.”
“Terus, minggu lalu kakek gue meninggal. Gue dapat warisan rumah senilai 500 juta.”
“Gila beneeeeer! Terus kenapa sekarang lo sedih?”
“Soalnya, minggu ini belum ada lagi yang meninggal, Bud.”



Parodi di atas kayak foto jaman Indonesia belum merdeka. Bluurrrr . . . Jadi jangan diseriusin ya guys. Hehehe . . . Sekedar selingan menjelang pertengahan tahun aja, biar semangatnya balik lagi tanpa perlu minum Mijon. Hahaha . . . Kesamaan nama karakter cuma asmuni alias asal muni atau asal bunyi. Enggak bermaksud menyinggung siapa pun.

Keep say thanks to Allah and enjoy your life! Itu yang bikin kita bahagia menjalani hari.



See you bye bye :*



Malaikat Tak Bersayap




Haloooooooooo...
Apa kareba? Kumaha damang? Pie kabare? Hahaha...

Sori dori mori mori guys, bulan lalu absen posting blog. Soalnya lagi ada kerjaan yang emang menguras waktu dan tenaga. Akibatnya jadi jarang nonton tipi, dan tau-tau berita flappy bird ngilang tergantikan dengan muncul banyak iklan coblos ini, coblos itu. Hmmm...udah masuk masa kampanye ternyata. So, jangan golput ya. Gunakan hak pilih kalian untuk Indonesia agar lebih baik. Pilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani kalian. Dan buat para cowok kece, jangan lupa pilih saya jadi pendampingmu. Hahaha...
Selain schedule pesta demokrasi yang akan terselenggara di bulan April ini, pas aku cek kalender ternyata ada perayaan lain. Yakni schedule beberapa kenalan dekat yang akan merayakan ulangtahun bulan ini. Hehehe... Well, happy birthday buat kalian, orang-orang spesial yang masih diberi kesempatan menikmati indahnya hidup oleh Tuhan.

Ada cowok ganteng, cool dan keren blasteran Padang-Palembang, Julius Rahmadani yang berulangtahun pada tanggal 8 April kemarin.


Happy Birthday, Danny 'besar'

Selamat ulangtahun, Pangeran Kelakku (waaaah, aku kangen manggil kamu “Pangeran Kelakku” kayak dulu :D). Semoga lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu, sidangnya lancar biar bisa wisuda tahun ini, dan yang pasti semoga cepat mendapatkan seseorang yang lebih lebih dan lebih mengerti kamu lebih dari aku mengerti kamu :). Tak ketinggalan, semoga impian besarnya untuk jadi DJ profesional dapat terwujud. Aamiin...aamiin. Ingat, jangan boros di awal bulan, biar pas akhir bulan enggak ngemil roti doang. Terus asap rokoknya jangan nyampe balapan sama asap lokomotif kereta keleeeees. Terimakasih untuk kunjungannya bulan kemarin. Terimakasih juga untuk dua bungkus oleh-oleh dari Bandung. Enak bangeeet. Aku abisin semua sendiri. Kapan-kapan beliin lagi ya. Hahaha... Salam buat Ibu, Ayah, Om Tyo, Om Yofie, Unika, dan titip cium untuk ponakan pertama yang masih ada di perut Unika. Jangan kebanyakan main, apalagi mainin anak orang. Masa udah mau jadi Om, mainan “Barbie” mulu :p
*eits, enggak boleh manyun gitu dude :D (Dude?! Itu panggilan aku ke kamu tahun berapa ya. Hahaha...)

Happy birthday juga untuk my little angel, Dhaifan Adhani pada tanggal 13 April nanti.


Happy Birthday, Dhani 'kecil'

Doanya sama kayak Danny ‘besar’, semoga Dhani ‘kecil’ lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu. Udah 11 tahun, manjanya dikurangin. Jadi kakak yang baik buat adiknya. Pokoknya semoga Dhani jadi ponakan yang bisa selalu dibanggakan. Aamiin...aamiin. Jangan lupa, bujukin Mama sama Ayah biar ngajak makan-makan di resto seafood kayak tahun kemarin. Maklum, Tantemu ini cuma bisa dapat asupan gizi gratis kalo pas ada yang ulangtahun doang. Hahaha...

Oia, selamat ulangtahun juga buat Tria Yulius Safitri a.k.a Dek Pipit yang juga merayakan pertambahan umur pada tanggal 13 April nanti. Sayang kita belum sempet kenalan seperti Kakak kenal sama Unika. Hehehe... Doanya sama seperti Kak Danny, semoga Dek Pipit juga lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu. Aamiin... Kalo Kak Danny masih suka ngilang enggak ada kabar, tinggal datangin aja ke kos Kak Danny sambil bawa gembok. Terus kunci kamar kos Kak Danny dari luar, biar diem di kos enggak bisa kemana-mana. Hahaha...

Happy birthday Dek Pipit
Sebenarnya banyak kenalan dekat yang bulan ini juga tengah merayakan pertambahan usia. Ada si mantan kloningan Jepang, Kazhi pada tanggal 7 April lalu. Juga si mas angkat Fikri “Cungkring” pada tanggal 8 April kemarin. Akh, andai saja satu demi satu diantara kalian ngadain acara makan-makan semua, udah pasti berat badanku bakal nambah. Hahaha...

Ngomong-ngomong tentang ulangtahun, pernah enggak sih pas kalian ulangtahun, kalian enggak cuma memanjatkan doa agar lebih baik ke depannya, enggak cuma ngadain pesta atau makan-makan bareng, tetapi sejenak flashback di moment hari pertama kalian menghirup oksigen bumi? Pernah enggak sih, pada saat kalian ulangtahun, kalian mengucapkan terimakasih pada ibu? Karena berkat ibu yang mengandung selama 9 bulan lamanya, berkat perjuangan seorang ibu melahirkan kalian, berkat kasih sayang ibu merawat kalian dari bayi yang enggak bisa berbuat apa-apa menjadi kalian yang tumbuh besar seperti sekarang ini. Siapa pun tau, enggak gampang membawa tubuh mungil di dalam perut ke mana pun ia pergi, enggak gampang berjuang dalam kesakitan diantara hidup dan mati ketika melahirkan, enggak gampang mengajari banyak hal pada seorang anak yang masih polos dan tidak tau apapun...dan semua itu dilakukan dengan begitu ridho, begitu telaten, begitu penuh kesabaran, begitu menakjubkan oleh satu sosok yang kita sebut Ibu! Itulah kenapa posting blog bulan ini aku beri judul “Malaikat Tak Bersayap”. Pasti kalian semua setuju dong kalo aku katakan bahwa figure seorang ibu bagaikan malaikat yang tak bersayap.

Well, untuk mengawali pembahasan lebih jauh mengenai topik postingan blog bulan ini, sebelumnya aku ingin kalian melihat video berikut. Video ini sengaja aku buat dan aku persembahkan teruntuk Ibu, Bunda, Mama, Mami, Umi, Emak (atau apapun panggilannya) di seluruh dunia. I love you, Mom :)




Selain cukup banyak kenalan dekat yang berulangtahun di bulan April ini, ada salah seorang yang sangat spesial (atau jika ada kata yang maknanya lebih dari berharga, maka akan aku pakai kata itu) yang juga semakin bertambah usia. Aku sangat bersyukur pada Tuhan, karena Dia masih memberiku kesempatan menghabiskan waktu bersamanya. Happy birthday, Mom :)

 
Happy Birthday, my lovelly Mom

Selamat ulangtahun buat Mama tersayang pada tanggal 23 April nanti. Semoga Mama lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu, Mama diberi umur panjang dan kesehatan oleh Tuhan agar bisa lihat Dedek nikah terus bisa nimang cucu dari Dedek, Mama diberi rejeki tanpa putus oleh Tuhan, pokoknya semoga setiap langkah hidup Mama selalu diberkahi oleh Tuhan. Aamiin...aamiin. Adek sayang Mama, sayaaaaaang banget :) Mama adalah mama terbaik di dunia ini. Tetaplah jadi Mama yang tegar, Mama yang tabah, Mama yang kuat, Mama yang tangguh, tapi jangan jadi Mama yang bawel dan cerewet sama Dedek ya Ma. Hehehe...
Seperti resolusi Dedek tahun 2014 ini (baca: Resolusi 2014 ) ada kado yang ingin Dedek beri di hari ulangtahun Mama. Semoga Mama suka dengan kado Dedek :) Maaf Ma, Dedek belum bisa ngasih sesuatu yang lebih besar untuk Mama. Tapi Dedek harap semoga kado Dedek tahun ini dapat membawa kebaikan untuk Mama. Aamiin...

Coba tebak, isinya apa hayoo...

Well, sesuai dengan topik pembahasan posting blog kali ini. Aku mulai dengan fakta mengenai sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang bernama Bernie Siegel, yakni tentang ‘khasiat’ ciuman seorang istri bagi suaminya, maupun seorang ibu bagi anak-anaknya. Sampel diambil dari kalangan peserta suami yang naik kendaraan pribadi untuk ke kantor dan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri, dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium oleh sang istri. Setelah beberapa waktu ditemukan bukti yang menakjubkan!
Suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri, lebih memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kecelakaan di perjalanan, daripada mereka yang berangkat kerja tanpa merasakan kecupan mesra sang istri. Ternyata kualitas dan antusias berkerja pun mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Kecupan tulus sang istri ketika memberangkatkan suami berkerja ternyata juga telah meminimalkan kemungkinan hadirnya WIL (wanita idaman lain).
Di pihak lain, seorang anak yang diberangkatkan sekolah oleh sang ibu dengan kecupan sayang, ternyata memberi dampak yang luar biasa dalam prestasi sekolahnya. Bahkan kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk tidak berkelahi di sekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby sister.
Percaya atau tidak, hal ini merupakan hasil suatu penelitian yang spektakuler mengenai ciuman seorang ibu!

Salah seorang sahabat yang biasa dipanggil “Ngo”, pernah berucap seperti ini padaku, “Di balik pria yang sukses, pasti ada wanita hebat yang setia mendampingi, mendukung dan mendoakan pria tersebut”. Kata-kata itu ia ucapkan tatkala menasehatiku untuk tidak menyerah memberi support pada seorang pria yang aku sayang :)
*BIG thanks Ngo atas nasehatnya :)


Dan mungkin salah satu bentuk dari dukungan itu adalah ciuman atau kecupan sayang seorang istri atau ibu yang tulus kepada suami maupun anaknya. Suatu bukti cinta dan kasih sayang yang mendalam, serta kesetiaan yang teguh tanpa harus terurai dalam kata-kata.

Ada salah seorang teman yang pernah berujar seperti ini padaku, “Jika ingin tau bagaimana karakter calon istri, lihat dan pelajari tingkah laku dan karakter ibunya. Jika ingin tau bagaimana karakter calon suami, lihat dan pelajari tingkah laku dan karakter ayahnya.”

Apa dasarnya?

Menurut dia, ibu dan ayah merupakan figure yang tidak akan terlepas dari tumbuh kembang seorang anak. Bisa dibilang, model pertama bahkan paling utama dalam proses identifikasi seorang anak terlihat dari tingkah laku orangtuanya sehari-hari. Itulah sebabnya kalau seorang anak hidup dengan kritik, maka ia akan belajar menghukum. Kalau seorang anak hidup dengan permusuhan, maka ia akan belajar kekerasan. Kalau seorang anak hidup dengan ejekan, maka ia akan belajar menjadi malu. Kalau seorang anak hidup dengan rasa malu, maka ia akan belajar merasa bersalah. Kalau seorang anak hidup dengan dorongan, maka ia akan belajar percaya diri. Kalau seorang anak hidup dengan keadilan, maka ia akan belajar menjalankan keadilan. Kalau seorang anak hidup dengan ketentraman, maka ia akan belajar tentang iman. Kalau seorang anak hidup dengan dukungan, maka ia akan belajar menyukai dirinya sendiri. Kalau seorang anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, maka ia akan belajar untuk mencintai dunia.

Begitu penting peran, tugas serta keberadaan orangtua (terutama ibu) dalam keluarga. Ibu yang sering dibilang kolot dan konservatif oleh anak-anaknya karena tak mengerti internet, tetapi setiap hari selalu mencoba menanyakan kabar anak-anaknya meskipun itu hanya lewat SMS ataupun telpon. Ibu yang sering dibilang cerewet dan bawel hanya karena rasa sayangnya yang begitu besar pada anak-anaknya, hingga membuat sang bunda tak ingin sesuatu yang buruk menimpa anak tercintanya. Ibu yang sering dibilang enggak mengerti keinginan anak-anaknya, hanya karena ibu tak bisa memberikan permintaan anaknya. Padahal di balik ketidakmampuan ibu memenuhi keinginan anak-anaknya, ibu punya tangan yang ia gunakan untuk memanjatkan doa. Meminta pada Tuhan untuk kebaikan anak-anaknya. Memang ibu tidak selalu memiliki modal cukup untuk membelikan ini itu untuk anak-anaknya, tetapi ibu selalu punya ‘modal dengkul’ untuk berlutut memohon doa pada Tuhan disertai air mata demi kebaikan anak-anaknya. Beribu-ribu kesalahan yang kita lakukan pada ibu, ibu selalu punya hati yang tulus untuk memaafkan kita, anak-anaknya. Ibu tak pernah meminta kompensasi atas air susu yang telah diberikannya kepada anak-anaknya. Ibu tak pernah menagih bayaran atas jam kerja yang telah diberikan untuk anak-anaknya. Ibu tak pernah menuntut pembalasan atas setiap pengorbanan yang telah ia lakukan.

Enggak munafik aku katakan, bahwa hubunganku dengan Mama juga tidak terlalu baik. Beberapa orang yang pernah sangat dekat dengan kehidupanku, tau betapa complicated hubunganku dengan nyokap. Tapi, seburuk apapun hubungan kami, Mama adalah ibu terbaik yang aku miliki di dunia ini. Mama yang mengajariku untuk menjadi anak yang kuat dan tegar di tengah-tengah kesulitan yang kami alami, hingga aku masih baik-baik saja sampai detik ini. Mama yang mengajariku untuk menjadi figure wanita baik, memantaskan diri agar suatu saat nanti Tuhan menitahkan pria terbaik sebagai jodohku. Untuk semua hal yang telah Mama lakukan untukku, aku seringkali berpikir, “Di umurku yang sudah sejauh ini, hal terbaik apa yang telah aku lakukan untuk Mama?”
Jawabannya, nothing!
Ya, aku sadar diri bahwa memang aku belum bisa membahagiakan Mama, belum bisa membuat Mama bangga denganku. Dan kalian tau, ketakutanku yang terbesar?
Aku takut menyesal karena tak pernah menyenangkan hati Mama di saat Tuhan masih memberi kesempatan.

So, selagi Tuhan masih memberi umur yang panjang, berikan perhatian dan kasih sayang untuk ibu. Karena membuat kuburan yang begitu megah, tak akan sebanding dengan perhatian dan kepedulian yang kita berikan ketika ibu masih hidup. Jangan sampai terbesit penyesalan justru di saat ibu telah kembali ke pangkuan-Nya. Jika kalian memang harus merantau jauh dari ibu, sempatkanlah pulang untuk bertemu ibu. Ibu enggak mengharapkan uang atau oleh-oleh mahal di saat kita pulang ke rumah. Ibu hanya ingin kehadiran anak tersayangnya. Jangan sampai hati kalian tersayat, ketika kalian pulang hanya untuk melihat jasad ibu. Berikan kebahagiaan terbaik untuk ibu, sebelum terlambat :)

Well, hal baik apa yang telah kalian lakukan untuk ibu hari ini???




See you, bye bye :*



Copyright 2009 Catatan Nouna SHMILY. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates