Haloooooooooo...
Apa kareba? Kumaha damang? Pie kabare? Hahaha...
Sori dori mori mori guys, bulan lalu absen posting blog. Soalnya
lagi ada kerjaan yang emang menguras waktu dan tenaga. Akibatnya jadi jarang
nonton tipi, dan tau-tau berita flappy bird ngilang tergantikan dengan muncul
banyak iklan coblos ini, coblos itu. Hmmm...udah masuk masa kampanye ternyata.
So, jangan golput ya. Gunakan hak pilih kalian untuk Indonesia agar lebih baik.
Pilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani kalian. Dan buat para cowok kece,
jangan lupa pilih saya jadi pendampingmu. Hahaha...
Selain schedule pesta demokrasi yang akan terselenggara di bulan
April ini, pas aku cek kalender ternyata ada perayaan lain. Yakni schedule
beberapa kenalan dekat yang akan merayakan ulangtahun bulan ini. Hehehe...
Well, happy birthday buat kalian, orang-orang spesial yang masih diberi
kesempatan menikmati indahnya hidup oleh Tuhan.
Ada cowok ganteng, cool dan keren blasteran Padang-Palembang,
Julius Rahmadani yang berulangtahun pada tanggal 8 April kemarin.
![]() |
| Happy Birthday, Danny 'besar' |
Selamat ulangtahun, Pangeran Kelakku (waaaah, aku kangen manggil
kamu “Pangeran Kelakku” kayak dulu :D). Semoga lebih baik dalam segala hal dari
tahun lalu, sidangnya lancar biar bisa wisuda tahun ini, dan yang pasti semoga
cepat mendapatkan seseorang yang lebih lebih dan lebih mengerti kamu lebih dari
aku mengerti kamu :). Tak ketinggalan, semoga impian besarnya untuk jadi DJ
profesional dapat terwujud. Aamiin...aamiin. Ingat, jangan boros di awal bulan,
biar pas akhir bulan enggak ngemil roti doang. Terus asap rokoknya jangan
nyampe balapan sama asap lokomotif kereta keleeeees. Terimakasih untuk
kunjungannya bulan kemarin. Terimakasih juga untuk dua bungkus oleh-oleh dari
Bandung. Enak bangeeet. Aku abisin semua sendiri. Kapan-kapan beliin lagi ya.
Hahaha... Salam buat Ibu, Ayah, Om Tyo, Om Yofie, Unika, dan titip cium untuk
ponakan pertama yang masih ada di perut Unika. Jangan kebanyakan main, apalagi
mainin anak orang. Masa udah mau jadi Om, mainan “Barbie” mulu :p
*eits, enggak boleh manyun gitu dude :D (Dude?! Itu panggilan
aku ke kamu tahun berapa ya. Hahaha...)
Happy birthday juga untuk my little angel, Dhaifan Adhani pada
tanggal 13 April nanti.
![]() | |
| Happy Birthday, Dhani 'kecil' |
Doanya sama kayak Danny ‘besar’, semoga Dhani ‘kecil’ lebih baik
dalam segala hal dari tahun lalu. Udah 11 tahun, manjanya dikurangin. Jadi
kakak yang baik buat adiknya. Pokoknya semoga Dhani jadi ponakan yang bisa
selalu dibanggakan. Aamiin...aamiin. Jangan lupa, bujukin Mama sama Ayah biar
ngajak makan-makan di resto seafood kayak tahun kemarin. Maklum, Tantemu ini
cuma bisa dapat asupan gizi gratis kalo pas ada yang ulangtahun doang.
Hahaha...
Oia, selamat ulangtahun juga buat Tria Yulius Safitri a.k.a Dek
Pipit yang juga merayakan pertambahan umur pada tanggal 13 April nanti. Sayang
kita belum sempet kenalan seperti Kakak kenal sama Unika. Hehehe... Doanya sama
seperti Kak Danny, semoga Dek Pipit juga lebih baik dalam segala hal dari tahun
lalu. Aamiin... Kalo Kak Danny masih suka ngilang enggak ada kabar, tinggal
datangin aja ke kos Kak Danny sambil bawa gembok. Terus kunci kamar kos Kak
Danny dari luar, biar diem di kos enggak bisa kemana-mana. Hahaha...
![]() |
| Happy birthday Dek Pipit |
Sebenarnya banyak kenalan dekat yang bulan ini juga tengah
merayakan pertambahan usia. Ada si mantan kloningan Jepang, Kazhi pada tanggal
7 April lalu. Juga si mas angkat Fikri “Cungkring” pada tanggal 8 April kemarin.
Akh, andai saja satu demi satu diantara kalian ngadain acara makan-makan semua,
udah pasti berat badanku bakal nambah. Hahaha...
Ngomong-ngomong tentang ulangtahun, pernah enggak sih pas kalian
ulangtahun, kalian enggak cuma memanjatkan doa agar lebih baik ke depannya,
enggak cuma ngadain pesta atau makan-makan bareng, tetapi sejenak flashback di
moment hari pertama kalian menghirup oksigen bumi? Pernah enggak sih, pada saat
kalian ulangtahun, kalian mengucapkan terimakasih pada ibu? Karena berkat ibu
yang mengandung selama 9 bulan lamanya, berkat perjuangan seorang ibu
melahirkan kalian, berkat kasih sayang ibu merawat kalian dari bayi yang enggak
bisa berbuat apa-apa menjadi kalian yang tumbuh besar seperti sekarang ini.
Siapa pun tau, enggak gampang membawa tubuh mungil di dalam perut ke mana pun
ia pergi, enggak gampang berjuang dalam kesakitan diantara hidup dan mati
ketika melahirkan, enggak gampang mengajari banyak hal pada seorang anak yang
masih polos dan tidak tau apapun...dan semua itu dilakukan dengan begitu ridho,
begitu telaten, begitu penuh kesabaran, begitu menakjubkan oleh satu sosok yang
kita sebut Ibu! Itulah kenapa posting blog bulan ini aku beri judul “Malaikat
Tak Bersayap”. Pasti kalian semua setuju dong kalo aku katakan bahwa figure
seorang ibu bagaikan malaikat yang tak bersayap.
Well, untuk mengawali pembahasan lebih jauh mengenai topik
postingan blog bulan ini, sebelumnya aku ingin kalian melihat video berikut.
Video ini sengaja aku buat dan aku persembahkan teruntuk Ibu, Bunda, Mama,
Mami, Umi, Emak (atau apapun panggilannya) di seluruh dunia. I love you, Mom :)
Selain cukup banyak kenalan dekat yang berulangtahun di bulan
April ini, ada salah seorang yang sangat spesial (atau jika ada kata yang
maknanya lebih dari berharga, maka akan aku pakai kata itu) yang juga semakin
bertambah usia. Aku sangat bersyukur pada Tuhan, karena Dia masih memberiku
kesempatan menghabiskan waktu bersamanya. Happy birthday, Mom :)
Selamat ulangtahun buat Mama tersayang pada tanggal 23 April
nanti. Semoga Mama lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu, Mama diberi
umur panjang dan kesehatan oleh Tuhan agar bisa lihat Dedek nikah terus bisa
nimang cucu dari Dedek, Mama diberi rejeki tanpa putus oleh Tuhan, pokoknya
semoga setiap langkah hidup Mama selalu diberkahi oleh Tuhan. Aamiin...aamiin.
Adek sayang Mama, sayaaaaaang banget :) Mama adalah mama terbaik di dunia ini.
Tetaplah jadi Mama yang tegar, Mama yang tabah, Mama yang kuat, Mama yang
tangguh, tapi jangan jadi Mama yang bawel dan cerewet sama Dedek ya Ma.
Hehehe...
Seperti resolusi Dedek tahun 2014 ini (baca: Resolusi 2014 ) ada kado yang
ingin Dedek beri di hari ulangtahun Mama. Semoga Mama suka dengan kado Dedek :)
Maaf Ma, Dedek belum bisa ngasih sesuatu yang lebih besar untuk Mama. Tapi
Dedek harap semoga kado Dedek tahun ini dapat membawa kebaikan untuk Mama.
Aamiin...
![]() |
| Coba tebak, isinya apa hayoo... |
Well, sesuai dengan topik pembahasan posting blog kali ini. Aku
mulai dengan fakta mengenai sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang
bernama Bernie Siegel, yakni tentang ‘khasiat’ ciuman seorang istri bagi
suaminya, maupun seorang ibu bagi anak-anaknya. Sampel diambil dari kalangan
peserta suami yang naik kendaraan pribadi untuk ke kantor dan dibagi dalam dua
kelompok. Kelompok pertama adalah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih
dahulu dicium oleh sang istri, dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke
kantor tanpa dicium oleh sang istri. Setelah beberapa waktu ditemukan bukti
yang menakjubkan!
Suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri, lebih
memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kecelakaan di perjalanan, daripada
mereka yang berangkat kerja tanpa merasakan kecupan mesra sang istri. Ternyata
kualitas dan antusias berkerja pun mengalami perbedaan yang cukup signifikan.
Kecupan tulus sang istri ketika memberangkatkan suami berkerja ternyata juga
telah meminimalkan kemungkinan hadirnya WIL (wanita idaman lain).
Di pihak lain, seorang anak yang diberangkatkan sekolah oleh
sang ibu dengan kecupan sayang, ternyata memberi dampak yang luar biasa dalam
prestasi sekolahnya. Bahkan kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk
tidak berkelahi di sekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby
sister.
Percaya atau tidak, hal ini merupakan hasil suatu penelitian
yang spektakuler mengenai ciuman seorang ibu!
Salah seorang sahabat yang biasa dipanggil “Ngo”, pernah berucap
seperti ini padaku, “Di balik pria yang sukses, pasti ada wanita hebat yang
setia mendampingi, mendukung dan mendoakan pria tersebut”. Kata-kata itu ia
ucapkan tatkala menasehatiku untuk tidak menyerah memberi support pada seorang
pria yang aku sayang :)
*BIG thanks Ngo atas nasehatnya :)
Dan mungkin salah satu bentuk dari dukungan itu adalah ciuman
atau kecupan sayang seorang istri atau ibu yang tulus kepada suami maupun
anaknya. Suatu bukti cinta dan kasih sayang yang mendalam, serta kesetiaan yang
teguh tanpa harus terurai dalam kata-kata.
Ada salah seorang teman yang pernah berujar seperti ini padaku,
“Jika ingin tau bagaimana karakter calon istri, lihat dan pelajari tingkah laku
dan karakter ibunya. Jika ingin tau bagaimana karakter calon suami, lihat dan
pelajari tingkah laku dan karakter ayahnya.”
Apa dasarnya?
Menurut dia, ibu dan ayah merupakan figure yang tidak akan
terlepas dari tumbuh kembang seorang anak. Bisa dibilang, model pertama bahkan
paling utama dalam proses identifikasi seorang anak terlihat dari tingkah laku
orangtuanya sehari-hari. Itulah sebabnya kalau seorang anak hidup dengan
kritik, maka ia akan belajar menghukum. Kalau seorang anak hidup dengan
permusuhan, maka ia akan belajar kekerasan. Kalau seorang anak hidup dengan
ejekan, maka ia akan belajar menjadi malu. Kalau seorang anak hidup dengan rasa
malu, maka ia akan belajar merasa bersalah. Kalau seorang anak hidup dengan
dorongan, maka ia akan belajar percaya diri. Kalau seorang anak hidup dengan
keadilan, maka ia akan belajar menjalankan keadilan. Kalau seorang anak hidup
dengan ketentraman, maka ia akan belajar tentang iman. Kalau seorang anak hidup
dengan dukungan, maka ia akan belajar menyukai dirinya sendiri. Kalau seorang
anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, maka ia akan belajar untuk
mencintai dunia.
Begitu penting peran, tugas serta keberadaan orangtua (terutama
ibu) dalam keluarga. Ibu yang sering dibilang kolot dan konservatif oleh
anak-anaknya karena tak mengerti internet, tetapi setiap hari selalu mencoba
menanyakan kabar anak-anaknya meskipun itu hanya lewat SMS ataupun telpon. Ibu
yang sering dibilang cerewet dan bawel hanya karena rasa sayangnya yang begitu
besar pada anak-anaknya, hingga membuat sang bunda tak ingin sesuatu yang buruk
menimpa anak tercintanya. Ibu yang sering dibilang enggak mengerti keinginan
anak-anaknya, hanya karena ibu tak bisa memberikan permintaan anaknya. Padahal
di balik ketidakmampuan ibu memenuhi keinginan anak-anaknya, ibu punya tangan
yang ia gunakan untuk memanjatkan doa. Meminta pada Tuhan untuk kebaikan
anak-anaknya. Memang ibu tidak selalu memiliki modal cukup untuk membelikan ini
itu untuk anak-anaknya, tetapi ibu selalu punya ‘modal dengkul’ untuk berlutut
memohon doa pada Tuhan disertai air mata demi kebaikan anak-anaknya.
Beribu-ribu kesalahan yang kita lakukan pada ibu, ibu selalu punya hati yang
tulus untuk memaafkan kita, anak-anaknya. Ibu tak pernah meminta kompensasi
atas air susu yang telah diberikannya kepada anak-anaknya. Ibu tak pernah
menagih bayaran atas jam kerja yang telah diberikan untuk anak-anaknya. Ibu tak
pernah menuntut pembalasan atas setiap pengorbanan yang telah ia lakukan.
Enggak munafik aku katakan, bahwa hubunganku dengan Mama juga
tidak terlalu baik. Beberapa orang yang pernah sangat dekat dengan kehidupanku,
tau betapa complicated hubunganku dengan nyokap. Tapi, seburuk apapun hubungan
kami, Mama adalah ibu terbaik yang aku miliki di dunia ini. Mama yang
mengajariku untuk menjadi anak yang kuat dan tegar di tengah-tengah kesulitan
yang kami alami, hingga aku masih baik-baik saja sampai detik ini. Mama yang
mengajariku untuk menjadi figure wanita baik, memantaskan diri agar suatu saat
nanti Tuhan menitahkan pria terbaik sebagai jodohku. Untuk semua hal yang telah
Mama lakukan untukku, aku seringkali berpikir, “Di umurku yang sudah sejauh
ini, hal terbaik apa yang telah aku lakukan untuk Mama?”
Jawabannya, nothing!
Ya, aku sadar diri bahwa memang aku belum bisa membahagiakan
Mama, belum bisa membuat Mama bangga denganku. Dan kalian tau, ketakutanku yang
terbesar?
Aku takut menyesal karena tak pernah menyenangkan hati Mama di
saat Tuhan masih memberi kesempatan.
So, selagi Tuhan masih memberi umur yang panjang, berikan
perhatian dan kasih sayang untuk ibu. Karena membuat kuburan yang begitu megah,
tak akan sebanding dengan perhatian dan kepedulian yang kita berikan ketika ibu
masih hidup. Jangan sampai terbesit penyesalan justru di saat ibu telah kembali
ke pangkuan-Nya. Jika kalian memang harus merantau jauh dari ibu, sempatkanlah
pulang untuk bertemu ibu. Ibu enggak mengharapkan uang atau oleh-oleh mahal di
saat kita pulang ke rumah. Ibu hanya ingin kehadiran anak tersayangnya. Jangan
sampai hati kalian tersayat, ketika kalian pulang hanya untuk melihat jasad
ibu. Berikan kebahagiaan terbaik untuk ibu, sebelum terlambat :)
Well, hal baik apa yang telah kalian lakukan untuk ibu hari
ini???
See you, bye bye :*














