Sebelum berbicara panjang lebar, aku ingin menyampaikan sesuatu
terlebih dahulu. Yang pertama, aku ingin mengucapkan “Happy Birthday” alias
“Selamat Ulang Tahun” teruntuk kedua Aa tersayang yang tengah merayakan. Yakni,
Aa Koko Akbar Bagus pada tanggal 2 Februari kemarin dan Aa Dennis Firdaus di
tanggal 16 Februari nanti.
![]() |
| Happy Birthday Dennis Firdaus |
Maaf, Aa tersayang Adek gak bisa ngasih apa-apa sebagai kado
selain doa. Semoga kalian cepat dipertemukan dengan jodohnya masing-masing,
biar cepet nikah dan ada yang ngurusin. Terutama untuk Koko, semoga cepat
menemukan 20% yang dicari. Rejekinya juga semakin diperlancar dan dipermudah.
Semoga selalu dalam lindungan Allah. Apa yang dicita-citakan dapat terwujud.
Pokoknya semoga lebih baik dalam segala hal dari tahun lalu. Aamiin aamiin…
And then to the sad news, aku ingin mengucapkan turut berduka
cita atas meninggalnya Abah atau Papa kandung dari salah seorang sahabat baik
sekaligus my sisterhood, Sella Eka Nanda, pada tanggal 1 Februari 2014 lalu
sekitar pukul enam petang. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi
Tuhan, juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan. Aamiin
ya Rabbal ‘alamin…
![]() |
| everything is gonna be okay, Pooh |
Aku mengenal kamu dengan baik, Pooh. Kamu gadis yang kuat,
tegar, tabah dan selalu semangat. Tetaplah menjadi Chella yang aku kenal selama
ini, karena aku yakin Allah selalu beserta hamba-hambanya yang sabar.
Semangaaaatttt Pooh!
Oke, and now back to the topic!
Sekarang kita sudah memasuki bulan ke dua di tahun 2014.
Harapannya, semoga bulan ini rejeki makin berkah, hati makin cerah, jodoh makin
ramah, ujian makin mudah dan hidup makin indah. Hahaha, aamiiin ya Allah…
Bulan baru yang pasti ada pembahasan baru yang ingin aku
sharing. Namun sebelumnya, ada sebuah sketch yang menarik perhatianku. So, take
a look below…
Ada yang tahu maksud dari sketsa di atas?
Yaps, that’s right!
Seorang gadis biasa yang berkarakter nerd, pemalu dan introvert
jatuh cinta diam-diam dengan seorang cowok yang digambarkan tengil, bengal,
urak-urakan dan gak jelas gitu bentuknya kayak telur urak-arik. Hahaha…
The conclusion of the sketch above is, a good girls meet a bad
boys. She is fall in love with him. She is know the risk, broken hearted. But,
she never give up. And bad boys make a good girls cry. And then, end of story.
Is there something wrong?
Kalau untuk aku pribadi, gak ada yang salah dengan semua itu.
Jujur, aku termasuk tipe cewek seperti yang ada di sketsa barusan. Entah
kenapa, menurutku cowok berkarakter sedikit tengil, misterius, gak suka ngeluh
di socmed dan gak alay terlihat lebih macho dan cool, ketimbang cowok kemayu
yang hobinya ngeluh, protes dan narsis. Apalagi sampai doyan make up-an.
Hahaha…
So, the BIG question is, kenapa sih beberapa cewek lebih suka
cowok berkarakter bad boys ketimbang cowok yang hidupnya lurus-lurus aja?
Inilah yang akan coba aku sharing kali ini. So, let’s check it out!
Alasan pertama, “Cowok macho itu lebih keren daripada cowok
maho”
Ada beberapa anak gadis yang bisa dibilang terikat dengan aturan
keluarga yang masih konservatif. Contohnya, aku. Aku anak bungsu dari tiga
bersaudara, dan kesemuanya adalah perempuan. Sejak kecil, mulai dari jaman
kakak aku yang pertama, hingga menurun ke jamanku, Nyokap mendidik kami dengan
aturan yang sesuai dengan “norma pancasila” :D
Gak boleh pulang atau pergi larut malam, gak boleh nginep di
sembarang tempat, jaga harga diri sebaik mungkin sebagai wanita. Jadi jangan
heran, jika sejauh ini aku sama sekali gak punya pengalaman dengan yang namanya
dugem, alkohol, drugs, ataupun sejenisnya. Untuk sebagian cewek-cewek yang gak
bisa melakukan hal-hal seperti itu, mereka menjadi lebih interested dengan
cowok yang berkarakter bebas. Karena sebetulnya, cewek tipe kayak gini pengin
bisa seberani cowok dalam bertindak. Makanya, ketika ketemu dengan cowok yang
bisa melakukan hal-hal yang gak bisa mereka lakukan, biasanya hati para cewek
ini langsung melting. Kemudian sontak berkomentar, “Wow, nih cowok keren
banget”
Cowok berkarakter bebas dan cenderung bad boys, terlihat macho
dan keren di mata cewek. Sebagian besar cewek memang suka dengan cowok macho.
Tapi buat kamu yang termasuk cewek manja, childish, banyak maunya, repot dengan
penampilan, ganjen dan bla…bla…bla, jangan harap bisa gampang menaklukan hati
cowok macho incaranmu. Pasalnya, cowok macho gak suka cewek ganjen! Itu lebih
baik sih, daripada kamu naksir cowok maho yang gak suka cewek tapi suka ganjen.
Beda-beda tipis toh :D
Alasan kedua, “Forbidden for Girls!”
Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang, bukan hanya
kalian berdua saja yang dilibatkan, tapi masih ada orangtua kedua belah pihak.
Yang namanya orangtua, apalagi Nyokap, pasti sangat selektif dalam hal memilih
pasangan untuk anak-anaknya. Tentu saja mereka ingin anaknya mendapatkan yang
terbaik. Tak heran, jika untuk beberapa orangtua memiliki kriteria tertentu
perihal tipe calon menantu idaman. Lumrahnya sih, harus beriman, baik, sopan,
mapan, tanggung jawab dan mau menerima apa adanya. Adanya mobil ferari…boleh.
Adanya apartemen di Bali…lebih boleh lagi :D
So, bisa dibayangkan, bagaimana respon seorang Ibu, tatkala
putrinya memperkenalkan seorang pacar yang mempunyai kredibilitas buruk. Mungkin adegannya seperti di bawah ini,
meniru scene FTV yang jam tayangnya menjamur kayak kacang rebus laris manis
kala mendung.
“Kamu harus putus sama pacarmu itu!” ucap sang Ibu.
Gadis muda itu pun menangis terisak-isak, “Tidaaak Ibu… Aku
cinta dengan Bang Toyib. Meskipun tiga kali lebaran dan tiga kali puasa, dia tak
pernah pulang. Tapi aku percaya, Bang Toyib sedang berkerja untuk mencari
sebongkah berlian dan sesuap nasi”
“Pokoknya kamu harus putusin dia. DEMIIIII TUUUUHAAAAAAN!!!!”
sang Ibu pun menggebrak-gebrak meja.
*kemudian hening -____-
Ada yang bilang, aturan itu dibuat untuk dilanggar. Sama seperti
halnya, kamu ngefollow akun twitter mantan, biar lain waktu bisa kamu unfollow.
*ini hubungannya dimana???
Well, ketika orangtua melarang putrinya dekat dengan cowok
badung, biasanya justru putrinya ini malah semakin semangat dan menentang.
Padahal, maksud ortu si cewek itu baik loh. Mereka gak pengin, anak gadis
kesayangannya sedih pada akhirnya nanti. Ya, namanya orangtua, tentu saja lebih
berpengalaman dari kita yang masih muda dan unyu-unyu. Mereka sudah pernah
menjadi muda seperti kita, sedangkan kita belum merasakan tua seperti mereka.
Betul?!
Alasan ketiga, “CHALLENGE for YOURSELF!”
Ketika kamu liburan ke Dufan, ada wahana bernama tornado,
hysteria, kora-kora, dan halilintar. Tebakan aku, pasti kamu lebih tertarik
menyoba empat wahana itu ketimbang nyobain komidi putar. Betul?
Saat kamu masih kecil, wajar apabila permainan yang “aman”
menjadi pilihanmu, ketimbang wahana lain yang “menyeramkan” dan “menegangkan”.
Namun, semakin kamu bertambah umur, justru wahana yang memicu adrenalin lebih
menarik perhatianmu.
Itulah yang terjadi ketika seorang good girls berkenalan dengan
seorang bad boys!
Menjadi tantangan tersendiri bagi seorang cewek, jika mereka
mampu mengubah seorang cowok badung, tengil dan bengal menjadi cowok baik-baik.
Well, bukannya mau mematahkan semangat nih ya. Tapi sori-sori aja, survey
membuktikan bahwa hanya segelintir banget yang bisa kayak gitu. Jangan tertipu
dengan adegan FTV, dimana cowok tengil jatuh cinta dengan cewek baik-baik lalu rela
berubah dratis. Kenyataan gak seindah FTV, sist. Mau aku kasih bukti? Coba
pikirin, cuma di FTV doang pembantu dijadiin pacar. Kalau di kenyataan, yang
ada pacar yang dijadiin pembantu :D
KECUALI, kalau cowok itu sadar bahwa si cewek benar-benar mencintainya,
dan selalu ada untuknya tanpa peduli sifatnya yang jelek. Ya, tapi kejadian
seperti itu bisa terjadi jika Tuhan yang berkehendak, sist…
*pukpukpuk
So, BEDAKAN MEREKA!
Ada salah seorang sahabat cowok yang pernah berkomentar seperti
ini, “Gue heran sama cewek. Mereka diberi cowok baik-baik, nolak. Malah lebih
milih cowok brengsek. Giliran disakiti, mereka malah ngeluh dan ujung-ujungnya
nangis”
Kalau sudah seperti itu, lalu salah siapa? Salah gue gitu???
Salah tukang bubur gitu, makanya Emak gak bisa naik haji???
Ngomong-ngomong tentang bad boys, meskipun aku suka dengan cowok
berkarakter bebas dan sedikit tengil, tapi aku sempat sinis pula pada kaum
Adam. Sampai-sampai aku melontarkan penilaian, “Di dunia ini cuma ada dua tipe
cowok. Kalau gak brengsek, ya maho”
Kemudian, salah seorang kenalan cowok merespon ucapanku dengan
mengatakan, “Sebenarnya, masih ada satu lagi. BAN-CI. Dan ini yang paling
bahaya, lebih bahaya dari keduanya malah”
Tapi banci di sini, bukan mereka yang suka kalian lihat di perempatan
jalan sambil bawa ecek-ecek sembari nyanyi merdu, “Aku tak mau kalau aku di
madu…cring cring…pulangkan saja aku ke rumah orangtuaku…cring cring…” Hahaha :D
Kata kenalanku itu, “Banci di sini maksudnya, cowok tulen
normal. Dia bisa jadi cowok menyenangkan yang ngebuat kamu menjalani hidup
bahagia dan kamu gak bisa lepas dari dia. Tapi sebenarnya, tanpa kamu sadari
ternyata dia bajingan yang merusak hidup kamu dari dalam dengan cara yang gak
pernah kamu duga. Kayak selingkuh, matre, manfaatin kamu, ngerusak kamu, kasar
dan suka ngebullying. Cowok semacam ini yang justru bahaya”
Lalu gimana cara ngebedain cowok bad boys yang cool dan keren
dengan cowok brengsek yang bisanya cuma nyakitin? Gak bisa serta merta dilihat
dari segi penampilan tentu. Pasalnya, gak semua cowok yang tampilannya
urak-urakkan itu brengsek, dan gak semua cowok yang rapi itu tipekal cowok
baik-baik.
Seperti kata kenalanku itu, cowok yang punya karakter dan
kredibilitas sebagai cowok playboy yang doyan ngerusak cewek, yang gak pernah
menghargai kehormatan cewek, yang doyan selingkuh, yang matre dan suka
manfaatin kamu, yang kasar dan beraninya main fisik serta ngebullying. Pokoknya
cowok yang suka bikin kamu nangis, yang selalu membuat kamu ada dalam masalah
yang ia perbuat, yang membuat kamu takut sama dia, dan bertindak seenaknya
sendiri sama kamu, itulah tanda-tanda cowok yang harus dihindari. Maka, kenali
dulu sebaik mungkin seperti apa “target incaranmu”, sebelum kamu memutuskan
untuk melangkah lebih jauh.
Tahu tokoh Tony Stark di film Iron Man?
Ingat loh, yang aku maksud tokoh Tony Stark, bukan Robert Downey
Jr. yang memerankan tokoh tersebut.
Nah, sejak kemunculannya di film Iron Man 1, aku langsung suka
dengan karakter tokoh tersebut. Dia diilustrasikan sebagai lelaki kaya raya,
pintar, jenius, gokil, tampan dan karismatik, sehingga membuatnya banyak
digilai kaum Hawa dan menjadi sosok playboy elegan. Bayangkan saja, di saat
superhero lain seperti Batman, Superman, Spiderman, dan sebagainya
menyembunyikan jati diri mereka, si Tony ini malah dengan terang-terangan
mengungkapkan pada dunia bahwa dialah Iron Man :D
Di salah satu scene The Avengers 1, ketika Steve Rogers alias
Captain America beradu argumen dengan Tony Stark, dia menyindir Tony dengan
mengatakan, “Kau hanya pria besar dengan pakaian besi. Lepaskan itu, dan jadi
apa kau?!”
Dengan tenang dan pede super duper tinggi, Tony menjawab, “Orang
jenius, milyarder, playboy, dermawan” :D
Meskipun agak songong, tapi dia tetap terlihat cool dan keren.
Karena memang dia punya sesuatu yang pantas dia banggakan. Karakter seperti
inilah yang patut dikatakan sebagai bad boys yang berkualitas!
Aku seringkali mendengar kata-kata ini langsung dari mulut
beberapa teman cowok yang berkarakter bad boys, “Senakal-nakalnya cowok, ketika
dia sudah berpikir untuk serius dan merubah sikapnya, maka dia akan mencari
cewek baik-baik untuk dijadikan istri serta ibu dari anak-anaknya”
*itu pengakuan dari si pelaku bad boys sendiri loh!
Jadi, buat para cewek-cewek, gak ada ruginya kok kalian jadi cewek
baik-baik. Walaupun sering dibilang kudet, kuper, nerd, cupu, dan sebagainya,
tetapi suatu saat nanti kalian pasti menemukan pasangan yang pantas untuk
kalian. Jadi, daripada terbawa arus yang gak jelas, lebih baik kalian
memantaskan diri kalian agar suatu saat nanti di waktu yang tepat, Tuhan
memberi jodoh yang pantas pula untuk kalian. Tetaplah selektif memilih pasangan
yang terbaik untuk kalian, agar tak ada penyesalan berkepanjangan pada akhirnya
:)
Ini sekedar saran, diterima gratis, diabaikan juga tak masalah.
“Cobalah belajar untuk mencintai seseorang atas siapa dia
sekarang, bukan siapa dia sebelumnya. Karena cinta yang sebenarnya adalah
membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri. Dan tidak merubahnya
seperti gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak demikian, kamu hanya mencintai
pantulan dirimu sendiri yang kamu temukan dari dalam dirinya. Cinta itu bukan
bagaimana menjadi pasangan yang sempurna bagi seseorang. Tapi bagaimana
menemukan seseorang yang dapat membantu menjadi dirimu sendiri”
See you, bye bye :*















