So what ???
Mmm, happy birthday aja buat yang tengah
merayakan ulangtahunnya yang ke-21 tahun pada hari ini. Semoga…mmm…semoganya
minta sendiri aja deh sama Tuhan. Hehehe ( ื▿ ืʃƪ)
And then, kali ini aku ingin bercerita
tentang seseorang.
Siapa ? Mmm, kasih tahu gak ya. Hahaha.
Pokoknya sepanjang cerita kali ini aku gak akan menyebut nama, cukup aku yang
tahu siapa orang yang kumaksud.
Aku
mengenal dirinya sudah cukup lama, sekitar akhir bulan Maret 2010 lalu. Sangat
akhir. Karena seingatku tiga hari setelah aku mengenalnya bulan telah berganti
menjadi April 2010.
Percaya gak sih bahwa di dunia ini gak ada yang
namanya kebetulan ? Aku percaya !
Kapan kita
mengenal seseorang, kenapa kita harus mengenal seseorang dalam perjalanan hidup
kita, kapan terjadi perpisahan, kenapa kita harus bertemu dengan seseorang
kemudian kita harus berpisah darinya, dan bla…bla…bla.
Semua mozaik kehidupan itu sudah diatur oleh tangan Tuhan yang tak terlihat,
gak ada yang namanya kebetulan. Itu menurut pendapat pribadiku.
Begitu pula
perkenalanku dengannya. Semua terjadi secara tiba-tiba. Like a meteor cross the sky and disappear over the horizon, gone to
soon. At that time, aku tengah duduk sendirian di kereta dalam sebuah
perjalanan pulang kemudian dia datang. Awalnya hanya sekilas, aku cuma tahu
nama dan usianya saja. Kurang lebih dia seumuran denganku. Succinct-singkat tapi jelas-.
But that is insufficient for me.
Entah kenapa dia seakan memiliki daya tarik luar biasa yang mendorongku untuk
menggali lebih dalam perihal dirinya. Pekerjaanya, keluarganya, pokoknya apapun
menyangkut ruang lingkup kehidupannya. Aku ini seseorang yang mempunyai rasa
keingintahuan yang tinggi. Menguntip ucapan seseorang yang pernah dilontarkan
padaku, JIKA AKU INGIN TAHU MAKA AKAN KUCARI TAHU DAN PASTI AKU AKAN TAHU. So, dimulai pada saat itu aku mencoba
mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai dirinya.
Jadi pada
saat itu ia masih kuliah semester enam di salah satu universitas negeri di
pulau Jawa. Dia baru 3 tahun tinggal di kota X setelah cukup lama ia menetap di
kota Y. Ayahnya seorang
pegawai negeri di sebuah perusahaan BUMN sementara mamanya ibu rumah tangga biasa dimana dia anak bungsu di
keluarganya dan memiliki dua saudara. Meskipun mempunyai dua saudara kandung tetapi
dia tidak tinggal seatap dengan saudaranya itu karena mereka telah memiliki kehidupan
sendiri bersama keluarga masing-masing. Ia sendiri tinggal bersama kedua orangtuanya dan seorang saudara angkat
yang masih duduk di bangku SMA kelas tiga.
Dia memang
memiliki banyak teman, tapi dari sekian banyak temannya itu hanya beberapa saja
yang bisa menjadi sahabatnya. Dari awal kuliah hingga saat ini dia memiliki
seorang sahabat sesama jenis yang benar-benar dekat dengannya. Sangat dekat.
Karena rahasia besar yang ia pendam dan tak pernah diungkapkan kepada
keluarganya sekalipun disimpan rapi oleh sahabatnya itu. Mereka satu jurusan,
satu angkatan, dan satu kelas di kampus. Bedanya mereka tidak satu kota karena
sahabatnya itu berasal dari kota lain dan di kota itu dia ngekos. Seringkali
mereka menghabiskan waktu bersama selepas kuliah.
Apalagi
yang aku tahu perihal dirinya…mmm…sepertinya
tidak terlalu banyak. Karena dia tipe orang yang misterius dan susah
mendapatkan informasi menyangkut kehidupannya. Mungkin aku cukup beruntung
karena gak banyak yang tahu bahwa dia menyukai musik bergenre jazz dengan penyanyi faforitnya yakni
Jason Mraz dimana pada saat itu tengah ngehits dengan lagunya yang berjudul I’m Yours.
Dengan
berbagai kelebihan yang ia miliki tidak mengherankan banyak yang tertarik ingin
mengenalnya lebih lanjut dan berlomba mendapatkan cintanya. Siapa sih yang gak mau jadi pacarnya ?
Begitu komentar yang sering kudengar perihal dirinya. Jujur saja, dari dulu
hingga sekarang aku pun mengaguminya. Seringkali dia membuat iri kaumnya karena
dirinya mendapatkan perhatian lebih dari lawan jenis. Dan agaknya dia sendiri
sangat amat menikmati perhatian yang ia dapatkan dari banyak orang.
Selama
berbulan-bulan, kurang lebih 11 bulan lamanya aku berpegang pada semua
informasi di atas. Karena memang sepertinya butuh agen sekelas FBI atau CIA
untuk bisa mengorek informasi lebih dari sebatas itu. Tapi ternyata aku salah !
Tidak semua data yang kudapat itu benar. Semula kuanggap dia pindahan dari kota Y ke kota X ternyata dia
tidak pernah pindah, dia tidak pernah tinggal di kota X, dan bahkan dia tidak
berasal dari kedua kota tersebut. Yang benar adalah dia tinggal sementara di
kota Y. Di kota Y dia tidak tinggal bersama keluarganya karena keluarganya
menetap di kota T yang secara otomatis menjadi kota asalnya. Dia lebih sering
menghabiskan waktunya sendirian, jauh dari keluarganya meskipun seminggu sekali
dia akan pulang menemui keluarganya. Satu
lagi, ternyata dia bukan penggemar musik beraliran jazz. Bahkan dia hanya tahu dua lagu milik Jason Mraz selain yang
berjudul I’m Yours yakni Lucky dan Live Is Wonderfull. Intinya adalah ada cacat di balik topeng emas
yang ia kenakan.
Meskipun
telah banyak hal yang ia sembunyikan, tetapi aku masih tetap mengaguminya.
Jangan tanya kenapa. Aku gak tahu. Mungkin karena dia menarik, dalam arti dia
memiliki sesuatu yang tidak dimiliki olehku dan itu adalah daya tariknya yang
membuatku terus menerus mengaguminya hingga sekarang. And just for information, bukan hanya aku yang berpikir demikian,
maksudnya berasumsi bahwa dia mempunyai pesona “magic”. Orang lain yang telah mengenalnya pun pasti tak ingin lepas
darinya jika bukan karena sebab tertentu. Ia mampu “menyihir” seseorang untuk mau melakukan apa yang ia minta.
Sepertinya sangat mudah baginya untuk bisa mendapatkan apa yang ia inginkan
dari orang lain tanpa perlu usaha keras. Ia mampu “menyihir” orang yang tengah marah padanya menjadi lunak lalu
meminta maaf meskipun kesalahan terletak bukan pada orang tersebut melainkan
pada dirinya. Dan yang lebih mengagumkan lagi adalah entah bagaimana caranya
dia mampu “menyihir” lawan jenisnya
untuk bersedia menunggu cintanya, menjadi secret
admirer dirinya selama berbulan-bulan lamanya meskipun telah diabaikan
berulangkali.
#wow, fantastic baby !
Bagi diriku sendiri, apakah orang semacam itu
tidak merugikanku ?
Kalo boleh
jujur, jawabannya adalah SANGAT ! Ya, sejauh ini seringkali tindakan yang ia
lakukan merugikanku. Entah sudah berapa banyak air mata yang telah aku teteskan
karena ulahnya, entah telah berapa kali dia mengecewakanku karena perbuatannya.
Tapi aku bisa apa ? Aku gak memiliki
nyali kuat untuk menghentikan segala macam tingkah lakunya meskipun aku sadar
bahwa apa yang ia lakukan salah dan akibatnya selalu saja membuatku sakit. So, aku hanya bisa diam. Karena dibalik
semua kepedihan akibat perbuatannya, aku sendiri menikmati kebahagiaan yang
seringkali ia berikan dan untuk setiap kebahagiaan yang ia lakukan di awal
cukup membuatku melupakan sejenak luka yang akan ia goreskan di akhir cerita
nanti.
Layaknya
yin dan yang, hitam dan putih, negatif dan postif, ada sisi baik di balik sisi
jeleknya. Memang dia seringkali melukaiku dan itu rasanya teramat sangat perih.
Seperti garam yang ditaburkan di luka yang belum kering. Namun di balik itu,
aku harus tetap bersyukur karena aku diberi kesempatan untuk mengenalnya.
Mungkin jika dulu ketika aku tengah duduk sendirian di kereta dalam sebuah
perjalanan pulang dan aku tidak mengenalnya, hingga sekarang aku tak akan
merasakan semua kejadian yang bisa dibilang dengan istilah golden moment. Semua itu berkat dia, berkat aku mengenalnya.
Karena dia
aku mengenal banyak orang. Padahal sebelumnya aku mengikat kehidupanku untuk
aku sendiri. Sebut saja karena dia aku dapat mengenal sebuah komunitas yang
sebelumnya teramat sangat asing bagiku. Aku tahu ada komunitas seperti itu tapi
aku belum pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh komunitas
tersebut sebelum akhirnya aku berkenalan dengan dia. Melalui dirinyalah aku
dekat dengan komunitas tersebut. Meskipun tak lama tetapi aku senang karena
mendapatkan kesempatan untuk menjalin sebuah keluarga baru yang sangat dekat,
menyenangkan dan memorable dengan
para anggota dari komunitas itu. Banyak kenangan yang telah digoreskan karena
pengalamanku yang satu ini dan mungkin tak akan kudapatkan di lain waktu. Karena
dia pula aku diberi kesempatan untuk bisa mendapatkan pengalaman yang
mengajariku bagaimana seharusnya bersikap “dewasa”
dalam sebuah hubungan. Karena dia, aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi
seorang princess dalam kehidupan
nyata, bukan hanya sekedar dongeng. Dan karena dia juga aku yang semula hanya
orang biasa-biasa saja ini bisa mengenal sosok yang sangat amat berada “tinggi” di atasku, sulit kuraih malah.
Sebuah hubungan sederhana yang mungkin hanya bisa kubayangkan saat ku kecil. Like dream be come true. Aku yang
sekarang lebih open my mind, lebih
berintelektual ketimbang aku yang dulu, lebih berkualitas daripada aku yang
dulu, lebih bersinar daripada aku yang dulu secara tidak langsung, disadari
atau tidak itu semua berkat campur tangan dirinya. Hal inilah yang membuatku
takjub. Karena sejak aku lahir hingga sebelum aku mengenal dirinya, tak ada
seorang pun yang mampu mengajakku sejauh ini. Hanya dia, dia, dia, dan dia yang
berhasil merubah aku yang dulu menjadi aku yang sekarang.
For everything that is upon, for everything I
owned, for everything in the garden is lovely, for everything a carnal heart
could wis, absolutely everything I think I fullfashioned to say big thanks with
oneself.
Ini adalah
cerita tentang seseorang yang sangat berarti dalam perjalanan kehidupanku
sejauh ini, cerita tentang seseorang yang telah menjadi bagian dalam
kehidupanku, cerita tentang seseorang yang semua kenangan bersamanya telah
melekat erat dalam ingatanku dan tak akan pernah bisa kulupakan, cerita tentang
seseorang yang telah mengajariku banyak hal, cerita tentang seseorang yang
telah membukakan mataku akan dunia lain di luar duniaku sendiri, cerita tentang
seseorang yang telah memberiku kesempatan menikmati kehidupan yang selama ini
tak pernah kubayangkan akan seindah ini.
Siapa dia ??? Cukup aku dan Tuhan yang
tahu.









